PENETAPAN KUALITAS LEMAK
1. Alat :
1. Labu iod 250 mL
2. Pipet seukuran 25 & 50 mL
3. Corong Pendek
4. Pipet Tetes
5. Buret coklat 50 mL
6. Gelas Kimia 100 mL
7. Botol Semprot
8. Kaca Arloji
9. Gelas ukur 5 mL
10. Pipet ukur 10 mL
11. Kassa
12. Kaki tiga
13. Pembakar bunsen
14. Klem
15. Statif
16. Alat refluks
17. Heating mantle
2. Bahan :
1.
Sampel lemak/minyak
2.
KOH-Alkohol + 0,5 N(28 gram KOH dalam 1liter etanol 95%)
3.
KOH standar + 0,1 N
4.
HCl standar + 0,5 N
5.
CCl4/ CHCl3
6.
KBrO3 0,2 N
7.
KBr 30 %
8.
HCl 4N
9.
KI 15 % & KI jenuh
10. Na2S2O3
standar + 0,1 N
11. CH3COOH
glasial-CHCl3 (3:2)
12. Ethanol 95 % netral
13. Phenolphtalein
14. Amylum 0,5 %
15. Aqua DM
3. Prinsip Kerja :
a.
Penetapan Angka Penyabunan
Sejumlah tertentu sampel lemak direaksikan KOH-Alkohol
berlebih pada suasana panas sehingga terjadi reaksi penyabunan antara asam
lemak dan asam lemak bebas dengan KOH-Alkohol. Sisa KOH-Alkohol dititrasi oleh
HCl standar terhadap indikator phenolphthalein sampai TA (merah sangat muda).
Hasil titrasi adalah angka penyabunan yang menunjukan banyaknya mg KOH yang
diperlukan untuk menyabunkan dengan sempurna 1 g lemak.
b. Penetapan
Angka Iodium
Sejumlah tertentu sampel lemak direkasikan dengan
reagensia Winkler sehingga terjadi reaksi adisi antara lemak dengan bromin.
Sisa bromine direaksikan dengan KI, I2 yang terbentuk dititrasi oleh
Na2S2O3 standar terhdap indikator amylum
hingga TA (biru tepat menghilang). Hasil titrasi adalah angka iodium yang
menunjukan banyaknya gram iodin yang mengadisi 100g lemak.
c. Penetapan Angka Peroksida
Sejumlah tertentu sampel lemak direaksikan dengan KI, I2
yang terbentuk dititrasi oleh Na2S2O3 standar
terhdap indicator amylum hingga TA (biru tepat menghilang). Hasil titrasi
adalah angka peroksida yang menunjukan mEk peroksida dalam 1000g lemak.
d. Penetapan Angka Asam
Sejumlah tertentu sampel lemak dititrasi oleh KOH
standar terhdap indikator phenolphtalein hingga TA (merah sangat muda). Hasil
titrasi adalah angka asam yang menunjukan mg KOH yang dibutuhkan untuk
menetralkan asam lemak bebas dalam 1 g lemak.
e. Penetapan Angka Ester
Angka ester menunjukan asam
lemak yang bersenyawa sebagai ester yang didapat dari selisih antara angka penyabunan dan angka asam.
4. Langkah
Kerja :
a. Penetapan Angka Penyabunan
1. Timbang + 5 g
lemak/minyak (bila padat lelehkan dulu).
2. Tambahkan 50,00 mL KOH-Alkohol 0,5 N dengan pipet seukuran, lalu
panaskan dengan sistem refluks selama 30 menit dari mulai mendidih, lalu
dinginkan.
3. Titrasi kelebihan KOH-Alkohol dengan HCl standar + 0,5
N terhadap indikator phenolphthalein.
4. Lakukan blanko terhdap 50,00
mL KOH-Alkohol yang direfluks seperti di atas.
5. Hitung angka penyabunan.
b. Penetapan Angka Iodium
1. Timbang + 2 g
lemak/minyak, larutkan dalam 10 mL CCl4.
2. Tambahkan 25,00 mL KBrO3
0,2 N, 5 mL KBr 30 % dan 7 mL HCl 4N, lalu tutup simpan ditempat gelap sambil
dikocok-kocok selama 15 menit.
3. Setelah didiamkan Selma 15
menit, tambahkan 10 mL KI 15 %.
4. Titrasi I2
yang dibebaskan dengan Na2S2O3 standar +
0,1 N terhadap indikator amylum.
5. Lakukan
blanko terhadap pereaksi.
6. Hitung angka
iodium.
c. Penetapan Angka Peroksida
1. Timbang + 5 g
lemak/minyak, larutkan dalam 30 mL CH3COOH glasial-CHCl3.
2. Tambahkan 0,5 mL KI jenuh,
kocok hingga homogen.
3. Tambahkan 30 mL aqua DM, lalu
kocok.
4. Titrasi I2 yang
dibebaskan dengan Na2S2O3 standar + 0,1
N terhadap indikator amylum, kocok campuran dengan kuat hingga I2 yang terperangkap dalam CHCl3
tertitrasi.
5. Hitung angka peroksida.
d. Penetapan Angka Asam
1. Timbang + 5 g
lemak/minyak, lalu kedalmnya tambahkan 50,00 mL ethanol 95 % netral.
2. Panaskan campuran dengan
sistem refluks dalam penangas air hingga larut, lalu dinginkan.
3. Titrasi campuran dengan KOH
standar + 0,1 N terhadap indikator phenolphthalein.
4. Hitung angka asam.
e. Penetapan Angka Ester
-
5. Reaksi :
-menyusul ya!-
6. perhitungan
7. daftar pustaka
- vogel analisis kualitatif organik
- bahan ajar team teaching SMKN 13 Bandung



No comments:
Post a Comment